Jumat, 24 September 2010

0

Mengulas Dog Pound (Kim Chapiron : 2010)




"Kita terperangah, bahwa naluri binatang pada tubuh Butcher memang sungguh liar & nyata ... matanya yang tajam, urat-urat yang keluar ketika jari tanganya mengepal, nafas yang tersengal-sengal"

Tiga anak muda, tiga kasus berbeda. Serempak Mereka bertemu di Enola Vale, lembaga pemasyarakatan (lapas) khusus remaja. Montana. Amerika Utara.

Davis 16 tahun (Shanne Kippel) terpaksa harus menyisihkan tiga bulan dari hidupnya akibat kepemilikan pil ekstasi dalam jumlah banyak dengan kecenderungan untuk diperjual belikan kembali. Angel 15 tahun (Mateo Morales) ditangkap dengan alasan tindak kriminil, menodong mobil di lampu merah. Lalu Butcher 17 tahun (Adam Butcher) napi yang dipindahkan, karena melukai bola mata petugas lapas dengan ibu jari tangan kirinya ketika masih mendekam di lapas sebelumnya. Ketiga kasus berbeda yang menimpa mereka, menjadi modal bagi penonton untuk menyimak kisah di film Dog Pound lebih lanjut.

Seperti film The Escapist (Rupert Wyatt : 2008) maupun The Shawshank Redemption (Frank Darabont : 1994). Film ini mengulas kehidupan seputar lembaga pemasyarakatan yang lazim terjadi. Seperti intimidasi, upaya melarikan diri, hingga sengkarut konflik antar penghuni lapas. antara minoritas dengan mayoritas. Senior dengan junior. di film ini, rasanya fokus sang sutradara, Kim Chapiron. ingin menggiring para penonton turut berpetualang ke dalam kompleksitas konflik horizontal tersebut.

Hari-hari pertama mereka di Enola Vale merupakan mimpi buruk. satu persatu dari ketiga mereka mendapat pengalaman menyakitkan. Davis yang harus merelakan sepatu bootnya dirampas oleh Banks, Narapidana senior yang ditakuti seluruh penghuni lapas. Lalu Butcher yang pada malam hari ketika semua orang terelap, dipukuli oleh Banks Loony dan Cuz. kita yang menyaksikan serangkaian penyiksaan tersebut tentu tau, mereka yang diam. pasti menyimpan dendam, yang akan mereka keluarkan bila waktunya tepat.

Sekilas di film ini kita akan menemukan banyak kesamaan seperti film Scum (Alan Clarke : 1977) beberapa adegan dalam film Dog Pound pun tak sulit kita tebak sebagai hasil adaptasi dari film Scum. Seperti adegan Butcher yang dipukuli kelompok Banks pada malam hari, tak sengaja wajahnya kena pukul, karena pengeroyokan terjadi dalam situasi gelap & diam-diam. Keesokan paginya ketika digelar inspeksi, Butcher segera di interograsi petugas lapas perihal luka lebam di wajahnya. Sikapnya yang menolak patuh dan tidak kooperatif. Memaksa Butcher mendekam di ruang isolasi beberapa minggu. Contoh peristiwa itu dapat kita temukan di dua film tersebut (Scum & Dog Pound)

Kesabaran mereka habis, setelah secara bergiliran satu persatu dari mereka turut mendekam beberapa minggu diruang isolasi (solitary control room) oleh sebab kasus yang berbeda. hukuman isolasi tersebut, menyulut aksi balasan yang segera akan mereka lancarkan. Sekeluar mereka dari ruang isolasi, yang terjadi kemudian ialah sebuah adegan kekerasan dari kelompok yang sekian lama tertindas. Kelompok Butcher ( Butcher, Davis, Angel) melancarkan perlawanan yang tak kalah kejamnya kepada kelompok Banks (Banks,Loony, Cuz). Kita menyaksikan bagaimana Butcher menghantam wajah Loony dengan raket pingpong hingga hidungnya remuk, menandaskan pukulan kewajah Banks, hingga rupa nya tak lagi berbentuk. Kita terperangah, bahwa naluri binatang pada tubuh Butcher memang sungguh liar & nyata.

Dalam film Dog Pound, kiranya kita boleh sepakat bahwa Adam Butcher berhasil menampilkan akting luar biasa memukau. Kita akan melihat bagimana beberapa kali ia tak kuasa mengontrol emosi setelah sekian kali pula dirinya menjadi bulan-bulanan para narapidana senior. Emosi yang terpaksa keluar, ia perlihatkan melalui penampilan yang sungguh meyakinkan, seperti bukan rekayasa sebuah sandiwara. Kita melihat matanya yang tajam, urat-urat yang keluar ketika jari tanganya mengepal, nafas yang tersengal-sengal. seolah emosi yang selama ini dipendam, keluar susul menyusul dengan nafas yang sulit ia kejar. Tak pelak, porsi konflik yang meliputi Butcher mendapat perhatian lebih banyak ketimbang dua temanya, Davis & Angel.

Film ini jadi menegangkan, justru karena sifatnya yang masuk akal. Bukan sekedar adegan perkelahian tangan kosong ala gangster. tiap peristiwa dalam film ini tersusun melalui rumus sebab-akibat. Butcher beserta Davis & Angel yang selalu diperlakukan tidak manusiawi, menyimpan semangat resistensi yang siap meledak. Maka mudah kita terka, ketika separuh film berlangsung, semangat resistensi tersebut akhirnya meledak.

Mungkin sebagian dari kita tak berkeberatan menyaksikan polah Butcher yang terkesan ganas, toh kita boleh beralasan sikap keji pada diri Butcher merupakan reaksi setimpal dari ketidakadilan yang sekian kali ia terima. Kesabaran yang terkuras, akan melahirkan suatu konsekuensi baru ; pemberontakan. Lingkungan yang represif niscaya akan membawa malapetaka bagi ketertiban. Perilaku Butcher yang merusak, memang tak dapat dibenarkan secara moral. Namun, usaha memperjuangkan keadilan seperti manusia lainya, meski dengan perilaku tercela, patut kita anggap wajar. Jika tak boleh dikatakan heroik.

Bisa jadi salah satu kekurangan yang mengusik dalam film ini ialah ending yang kurang sopan, ditengah kekacauan ruang makan yang disebabkan kemarahan seluruh narapidana penghuni lapas akibat kasus bunuh diri Davis, seluruh petugas lapas dikerahkan meredam kekacauan dengan gas air mata dan peluru karet. Situasi ini di pakai Butcher untuk melarikan diri lewat pintu belakang. sayang, belum sepuluh detik Buthcer menghirup udara luar, pentungan karet petugas lapas keburu mematahkan tulang kakinya. Ia roboh tak berdaya, diseret masuk ke dalam. Sayup – sayup terdengar suara dari dalam, suasana masih ribut. Kekacauan belum bergeming, namun film telah usai.

*terus terang sejumlah foto, saya curi tanpa seizin pengelola blog di alamat ini : http://www.dogpound-lefilm.com/blog/2010/06/07/carnet-photographique-de-kim/

Senin, 05 Oktober 2009

0

bisa pergi,tapi mudah untuk datang lagi.

Beberapa waktu yang lalu,sore hari dijalan pulang selepas kuliah.saya menemukan kemacetan yang lain dari biasanya di lampu merah bulungan,ketika dilihat ternyata beberapa ratus meter kedepan ada ricuh riuh pelajar SMU yang berseteru.tidak bisa lagi dikeluhkan karena sama-sama telah kita hafal yang terjadi didepan sana adalah tawuran pelajar dua SMU yang tidak jauh,6 & 70.dendam kesumat yang tidak pernah berakhir sejak mahatma Gandhi masih gondrong sampai nanti mungkin ketika dajjal turun ke muka bumi membawa terror.

Perilaku yang dilakukan berkali-kali akan menjadi kebiasaan,begitupun dengan perkelahian yang diperhatikan setiap hari akan menjadi ‘sudah terbiasa’.kadang juga kehilangan rasa.tawuran itu terjadi sudah menahun.dan sampai hari itu,sudah tidak ada lagi bagi yang menonton rasa awas yang gawat.atau waspada takut terluka.saya mengambil jalur lain untuk pulang.tak apa sedikit memutar lewat rs pertamina walaupun jengkel dengan asap sate yang menghiasi sepanjang jalan.dalam hati saya berkata biarlah mereka berkelahi sepuasnya sampai tetes darah terakhir.

Begitulah dunia ini.agama dan sekolah senantiasa mengajarkan untuk hidup damai,toleransi keberagaman,dan penuh pengertian.toh pada kenyataanya hidup tidak serta merta akan selalu ramah.soeharto telah berakhir,uni soviet telah runtuh,dan dunia semakin terbuka.hidup damai bukan pilihan tunggal-sekali lagi,karena dunia sudah memberikan kebebasan penuh.setiap orang juga bebas memilih apakah harus patuh atau membangkang.

Yang tidak bisa lagi ditolak dari kompetisi,ketika semua orang berbondong-bondong mengejar satu tujuan yang sama.tujuan tersebut hanya menyediakan tempat untuk sedikit yang sempit.yang tidak bisa mendapatkan akan menyedihkan.tapi siapa yang rela tidak mendapatkan apa yang di inginkan ? mulut bisa lugas berkata ikhlas.tapi hati punya waktu dan caranya sendiri untuk pulih dari kehilangan.
Dan memang begitulah selama ini,diantara menang atau benar.selalu keinginan menang yang paling unggul.menjadi menang terasa lebih terhormat,jaminan tidak tertindas.kemenangan yang telah diperoleh akan di pertahankan,walau harus membayar mahal dan menjadi bejat.konon dahulu di turki ketika zaman kekaisaran ottoman,mehmet III yang tertua di nobatkan menjad sultan.tak lama ia segera membunuh ke Sembilan belas adik nya.agar tidak ada yang menggangu pucuk kemenganan dan kekuasaan yang ia miliki.

yang di perebutkan memang tidak kunjung habis.dari biduan dangdut,lahan parkir,sampai pulau terpencil di nusantara.selalu ada alasan untuk melabelkan sesuatu sebagai eksklusif dan berharga.perkelahian suka tidak suka,masuk ke dalam aneka ritus kehidupan manusia.yang kadang dituntut untuk bersitegang walaubagaimana pun kita berdalih tidak menghendakinya.
Hiroshima menjadi saksi 274.000 manusia mati dengan sia-sia.yang ada sekarang hanya museum untuk mengenang.tidak untuk menghindari perang. Supporter persib persija akan beranak pinak,mewariskan dinasti kebencian biru & orange kepada anak cucu mereka.kalaupun semua nya telah berakhir.itu hanyalah jeda untuk perjumpaan berikutnya.

seperti gorasix dan ravezest,yang ketika akhir pekan bisa duduk bersama di pojok café distrik hiburan kemang. mereka menghabiskan malam minggu penuh keakraban.duduk satu meja tertawa bergembira seakan lupa mereka dari dua SMU yang berbeda.yang mustahil akur.sampai ketika mereka pulang,dan senin telah datang. Mereka siap turun ke jalan.dengan bambu panjang atau sekedar ikat pinggang.

Tidak kenal teman.

Yang ada hanya benci,dan harus menang!

Titik.

Kamis, 27 Agustus 2009

0

Jalan Tak Ada Ujung (1952)



Saya tidak dapat mengingat kembali berapa lama novel ini harus tertimbun dalam tumpukan buku-buku di kamar sejak saya membeli buku ini,maklum novel ini berukuran kecil dan berhalaman tidak terlalu tebal.sehingga kerap kali tidak terlihat untuk dibaca.awalnya saya memang bersemangat untuk mencari membaca novel ringkas ini. Jika dilihat dari kelahiran novel ini sejak tahun 1952 tentunya sudah banyak beredar versi unduh gratis di dunia internet sekarang ini.namun waktu itu saya berfikir,untuk satu buah novel karya manusia setaraf Mochtar Lubis kenapa saya harus meragu untuk menyisihkan sedikit uang jajan.tidak ada rugi nya membeli bentuk nyatanya.

Mengambil plot pada waktu pasca kemerdekaaan republik ini,Mochtar Lubis menghidupkan dua tokoh utama yang saling berbenturan sifatnya satu sama lain. Isa yang berprofesi sebagai Guru SD yang pendiam,lemah lembut dan tertutup.dan Hazil,Pemuda labil yang sedang memuncak gairah perjuangan kemerdekaan nya. Didalamnya di ceritakan perbenturan pendapat antara hazil yang bertindak agresif dalam menyempurnakan kemerdekaan dengan sikap preventif yang lebih dipilih guru isa menanggapi keadaan Jakarta khususnya saat itu. Hazil selau ingin bertindak menyerang. Dan guru isa selalu dihantui rasa takut nya sehingga tidak berani untuk terjun langsung ke dalam perang.

Dalam novel ini lebih banyak di bahas tentang pribadi guru isa. Hampir semua nya isi nya tentang ketakutan yang di miliki guru isa. Semua keadaan yang mencekam saat itu menjadi bacaan yang menegangkan didalam novel ini.mungkin sebenarnya perkelahian yang paling sengit bukanlah antara para pejuang kemerdekaan dalam novel ini dengan para pasukan nica,nefis,gurka pada saat itu. Tapi perkelahian antara rasa takut guru isa akan pasukan sekutu yang tertahan begitu besar dalam dirinya yang kemudian dihadapkan pada posisi nya sebagai seorang dewasa,di mata Fatimah sebagai suami dan di mata hazil sebagai pejuang . di setiap malam tidur nya guru isa harus gelisah dan gemetar takut pasukan sekutu datang menangkap dan membunuhnya.

Ketakutan,entah itu dalam situasi apapun akan selalu ada dalam bentuk yang bermacam rupa.guru isa pun tidak mampu untuk mengalahkan rasa takut itu. rasa takut manusia tidak akan pernah habis binasa.tidak bisa serta merta lepas dari hidup manusia,tidak bisa dihindari bahkan tidak bisa kita tolak. Rasa takut akan senantiasa kita miliki dalam bentuk apa,siapa dengan kadar yang seberapa pula.maka dari itu mungkin novel ini mengambil judul “jalan tak ada ujung” karena bukan hidup jika tanpa ketakutan.manusia hanya sanggup untuk- seperti kata guru isa,berdamai dengan takut,dan belajar untuk hidup dengan rasa takutnya.

Dan memang. Segala Tujuan hidup itu adalah tentang diri sendiri. Melalui pengalaman selalu kita ingin memperkaya,merubah,merestorasi,maupun membunuh kepribadian diri kita sendiri.

“Bagiku individu itu adalah tujuan,dan bukan alat mencapai tujuan.kebahagiaan manusia adalah dalam perkembangan orang seorang yang sempurna dan harmonis dengan manusia lain. Negara hanya alat. Dan individu tidak boleh di letakkan di bawah Negara. Ini musik hidupku. Ini perjuanganku. Ini jalan tak ada ujung yang kutempuh. Ini revolusi yang kita mulai. Revolusi hanya alat mencapai kemerdekaan. Dan kemerdekaan juga hanya alat. Alat untuk memperkaya kebahagiaan dan kemuliaan penghidupan manusia-manusia”


selamat membaca

Senin, 24 Agustus 2009

0




Terkadang saya suka merindukan akan satu bentuk musik yang begitu sederhana.tidak perlu menderu berdegub dalam menyajikan ketukan elektroniknya.melodi yang singkat tapi tetap terdengar nakal.distorsi kecil dari gitar yang terasa gemas. dewasa ini,semua disajikan dengan musik yang begitu canggih,cepat,dan berketrampilan penuh.

Ya kesederhaan musik itu kembali saya temukan akhir-akhir ini pada satu band electrofunk dari sudut satu kota kecil montreal kanada;Chromeo. Dua lelaki yang berasal dari dua ras berbeda,dua ras yang menurut banyak orang sulit untuk bergabung dalam kepaduan formasi band yang kokoh.posisi keyboard & synthizer di isi oleh P-Thugg (lelaki berbadan besar keturunan arab),dan posisi vokal & gitar di berikan kepada Dave (calon Phd. program doctoral universitas Columbia jurusan kesusateraan prancis,yang berketurunan yahudi).dua perpaduan yang lebih berupa pembuktian bahwasanya semua yang berbeda/berseteru belumlah tidak serasi.

Musiknya begitu sederhana,namun begitu menyenangkan.mengingatkan saya kepada animo beberapa tahun yang lalu.ketika band serupa simian mobile disco,client bahkan freezepop masih masif mengudara di atmosfir musik ibukota waktu itu.mendengarkan kedua album chromeo tidak pernah ada bosannya. Kita di ajak mengalah untuk tidak selalu memikirkan tentang kerumitan hidup. Kita akan selalu di ajak menjentikan jemari,tersenyum ceria,dan sejenak melupakan segala tanggung jawab.semua tentang kegembiraan ada di album ini.

saya rasa tidak berlebihan jika kemudia BBC menulis
"A shameless return to the glistening, sex-saturated synth-pop which ruled the eighties."

selamat menikmati.dengarkan selagi hangat ! cheers!

Kamis, 23 Juli 2009

0

sekarang saya mulai akrab dengan futsal



Mungkin Negara-negara di amerika latin serupa peru,brazil,Uruguay,argent

ina dan lain sebagai nya tidak akan pernah menduga jika apa yang mereka lakukan pada dekade 1930 an bisa membawa dampak yang begitu besar bagi perkembangan olahraga futsal yang menjadi kegemaran total gaya hidup masyarakat Indonesia. Ya begitulah kiranya jika sesuatu yang besar kadang berawal dari sesuatu yang sepele, yang beralaskan fenomena alam. Juan carlos yang pada tahun 1930 sering merasa geram karena seringkali kota tempat dia melatih timnas argentina selalu di guyur hujan. Menjadikan lapangan sepak bola tergenang dan menghambat produktivitas latihan. Juan carlon sang pelatih pun menggiring para anak asuh nya untuk bermain di dalam suatu ruangan yang beratap dan tertutup. Yang tidak mengizinkan hujan kembali menggenangi ceruk lubang tapak kaki-kaki pemain nya. kegiatan sepakbola yang kemudian mengkerucut,menjadi minatur sepakbola yang lebih kecil. Dengan proporsi pemain yang lebih sedikit. Namun menambah agregasi kecekatan pemain di batas sempit ruang dan jarak nya. secara berkala masyarakat dunia pun menamakan kegiatan raga tersebut dengan nama futsal. Begitulah kira-kira perjalanan futsal yang bisa saya rangkum dari kliping media yang saya jelajahi.

Puluhan tahun berikut nya. futsal menjadi kegemaran berolahraga yang masih kita rasakan kesegaran nya sampai sekarang. menggurita kedalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Tanpa pembatasan gender,usia,bahkan tingkat taraf hidup yang beragam. Berkembang pesat segala bentuk penyewaan lapangan futsal dengan banyak pilihan fasilitas sesuai selera. Mungkin seperti menjamurnya wartel di penghujung dekade 90 an di Indonesia. Penyewaan lapangan futsal mengisi tempat-tempat ruang publik yang ada di pelosok kota dan daerah.Futsal menjadi wadah yang bukan hanya sekedar menggemburkan raga,namun menjadi alasan berkumpul masyarakat dalam melepas kepenatan hidup dengan segala tanggung jawab nya. seperti kami mahasiswa. Bermain futsal bisa menjadi pilihan untuk berolahraga dengan manfaat kesenangan yang mendalam.

Awalnya mungkin saya memang tidak pernah mempunyai keinginan yang begitu menggebu untuk mendalami olahraga ini. saya kerap bercermin akan bentuk badan yang hanya mampu menembus batas ‘memalukan’ ketika dengan gegabah bermain di lapangan futsal. Ya saya harus akui jika badan saya membengkak dengan begitu sadis tanpa ampun setiap waktu nya. jauh dari lelaki ideal sebaya saya yang mempunyai alasan untuk bermain futsal. Mereka mungkin punya postur tubuh yang mapan,kaki yang lincah,atau insting yang paling binatang untuk menendang atau merebut. Sedangkan saya,ya tafsirkan sendiri dengan sarkasme yang paling sadis sekalipun.

Namun kemarin malam, saya bermain futsal bersama kawan-kawan. Kebetulan kampus kami memiliki sebuah lapangan yang bisa di katakana serbaguna. Hampir tidak jauh berbeda luas nya dengan lapangan futsal. Walaupun tidak berbentuk indoor,yang seyogyanya menjadi karakter futsal dari penerjemahan kata futsal itu sendiri (futbol – sala ; dalam ruangan) . tapi malam itu tidak terlalu berlebihan jika kami menyebutnya sebagai olahraga futsal.awalnya saya sendiri sempat malas untuk bermain. Tapi saya pun kemudian memilih bermain daripada harus turun kejalan untuk pulang. Sudah menjadi kekesalan umum jika menembus jalan sentral gatot subroto di kisaran jam 6 – 8 malam sama saja masuk ke dalam ring tinju tepat kita membaku hantam dengan klakson kemacetan.

Dengan atribut ala kadar nya,dan komposisi pemain ala asal nya. kami pun bermain. Di dalam permainan yang kami lakukan tanpa tenggat waktu tersebut. Saya mencoba berbagai posisi dalam strategi. Saya mencoba menjadi bek,penyerang bahkan kiper. Kira kira setengahjam permainan bergulir. Ternyata saya mulai menemukan jika saya berbakat menjadi seorang kiper. Dengan alasan paru-paru saya yang tidak kuat mengatur nafas ketika berlari lalang di lapangan, dan saya yang selalu tidak bisa menggocek lawan. Maka pilihan satu satu nya dalam tujuan tidak mengecewakan permainan adalah menjadi kiper. Titik!

Dari permainan malam itu, saya menemukan satu kegembiraan dimana saya pada akhirnya punya kegiatan-yang akan segera dirutinkan oleh teman teman,menggemburkan raga. Seminggu sekali bagi saya alangkah cukup. Juga menjadi kiper bagi saya sudah cukup menyenangkan karena bagaimanapun sosok kiper adalah posisi terakhir dimana teman teman satu tim menaruh harapan di depan jarring gawang nya. dan saya cukup bangga akan pemikiran itu.

Dan permainan malam itu selesai ketika kami kelelahan. Dengan skor kemenangan tim saya 5 – 4. satu gol saya lakukan ketika saya berperan sebagai penyerang. Tapi 4 gol itu saya yang menyebabkan ketika saya dengan percaya diri menjadi kiper ;((

Mari bermain futsal.

Jumat, 03 Juli 2009

0

memendam lebih menyembuhkan daripada harus kehilangan mereka yang tersayang

"Ambillah bunga itu, dan bawalah ia pulang ke rumahmu. Lihat !!bunga itu sangat indah dan ia merekah tersenyum kearahmu" bisik diri di dalam hati.

Di pekarangan bunga yang luas selalu ada satu bunga yang sangat menarik,yang menjadi pembeda di antara bunga-bunga lain di sekeliling nya. Seakan tidak akan ada lagi satu bungapun yang bisa menjadi pesaing nya. Cinta,kasih sayang,rasa cemburu,dan perhatian mungkin bisa dikhususkan kepada satu bunga. Tapi pilihan untuk memetik bunga itu lalu membawa pulang dan menempatkan nya di atas pot yang paling mesra sekalipun bukan pilihan mudah yang begitu sederhana. Bagaimana mungkin bisa di relakan begitu saja dengan pergi meninggalkan keindahan seluas pekarangan bunga? Yang di dalamnya terdapat bunga-bunga yang manis madunya selalu lebih nikmat. Yang terang indahnya selalu bisa meneduhkan terik.bagaimana mungkin saya bisa merasa gembira dengan membawa pulang satu tangkai bunga yang paling baik,tanpa harus merasa kehilangan dengan meninggalkan pekarangan bunga,tempat saya bermain dan berbagi. Bunga-bunga yang kepedulian kasihnya tidak akan berujung. Bunga-bunga yang memiliki kearifan yang tak terhingga. Bunga-bunga yang tidak akan pernah pergi ketika hujan,panas,kemarin maupun esok.Bunga-bunga yang selalu hidup dan tidak akan pernah layu sebagai sahabat.

Senin, 22 Juni 2009

0

sate padang ajoramon



Selalu ada rasa pedas dengan segala kerahasiaan rempah yang tidak bisa saya uraikan untuk kenikmatan menyantap satu porsi sate padang ajoramon. Menikmati sate padang menurut saya tidak di bisa dengan hanya mengukur ketebalan daging yang membalut lidi-lidi panjang nya. atau seberapa banyak tusuk sate yang di sediakan di atas piring masakan nya. namun kenikmatan itu terdapat di dalam ketepatan dari segala ukuran bumbu kuah yang menenggelamkan sate padang dalam kehangatan nya. begitu lah kira kira yang saya temukan di masakan sate padang ajoramon ini. Ada rasa pedas yang pas. Ketika lidah dan bibir beradu seraya mengecap kenikmatan bumbu nya.

Lokasi baru nya sekarang terletak tepat di belakang kawasan pasar santa modern di ruas jalan wolter mongisidi. Setelah sebelum nya berdiri kokoh di pinggir jalan cikajang. Satu porsi sate padang ajoramon di patok dengan harga yang menurut saya sangat student price, cukup rp 13.000 saya bisa menikmati sate padang itu sampai tuntas. Pengalaman makan ajoramon ini bagi saya berawal dari ajakan teman-teman yang entah dari mana sumber nya mengajak makan sate padang yang paling enak. dan kemudian kesenangan untuk acap kali mengunjungi ajoramon berlanjut bersama teman teman kuliah saya. Memang akses itu dipermudah dengan kedekatan wilayah operasi nya dengan lokasi kampus kami. Ketika kami memiliki jeda kuliah yang mencukupi. Bersama sama kami menikmati ajoramon dalam kegiatan makan siang maupun ketika lapar.

Seperti layak nya sate padang lain nya. terdapat tiga pilihan yang bisa kita pilih salah satu atau menggabungkan ketiga nya dalam satu porsi. Pilihan daging yang akan kita makan, ada daging,lidah,dan jantung. Bagi saya pribadi pilihan lidah adalah yang paling tepat. Adalah Selera pribadi yang mendasari untuk tetap memilih lidah ketika datang ke ajoramon. Saya dan teman teman kuliah punya cara khusus dalam menikmati ajoramon. Biasa nya kami menggabungkan sekitar empat bungkus plastik kerupuk kulit dalam satu piring terpisah. Dan nanti nya akan di siram kuah panas nan segar di atas nya. suapan pertama belahan lontong kedalam mulut kami di lanjutkan dengan gigitan daging dan terakhir di tutup dengan kerupuk kulit yang sekarang sudah meleleh bersama bumbu sate. Begitu seterus nya secara sistematik kami menghabiskan dengan penuh rasa riang.berjuta rasa kami dapatkan sehabis sudah satu piring tanpa tersisa.

Rasa nya tidak berlebihan jika saya beri angka 9 untuk kenikmatan sate padang ajoramon. Kesenangan akan menikmati kuliner suatu masakan akan mencapai titik puas nya. ketika kita semakin yakin dengan berulang kali mengulang kebiasaan makan dan tidak menemukan satupun penyesalan untuk kembali datang.

sampai sekarang pun,ajoramon akan tetap merindukan dan tidak akan ada satu hal ihwal pun yang bisa menampik kedatangan kami untuk bermain dengan riuh bumbu nya.

selamat berkuliner =)